Fokus Konsultasi Strategis AI Saya di Indonesia.
Saya membantu pemimpin menghubungkan strategi bisnis, tata kelola AI, dan kesiapan organisasi. Perspektif saya memadukan kepemimpinan, human capital, dan governance dengan sertifikasi AWS Certified AI Business Strategist. Fokusnya adalah keputusan penggunaan AI, akuntabilitas, perubahan cara kerja, dan perencanaan implementasi.
Lihat pendekatan tata kelola dan adopsi AI saya →
North Star saya
Saya menggunakan practical wisdom untuk membantu mengubah niat menjadi pencapaian. Bagi saya, visi bukan sekadar aspirasi; visi seharusnya memengaruhi pilihan, perilaku, kapabilitas, prioritas, dan eksekusi.
Signature Idea saya
Mengetahui sesuatu dapat mengubah cara kita melihat situasi. Mengetahui bagaimana melakukannya mengubah apa yang benar-benar dapat kita kerjakan. Perbedaan inilah yang menjadi dasar banyak pekerjaan saya dalam coaching, leadership, adopsi AI, human capital, dan capability building.
Filosofi kerja saya
Saya paling tertarik pada titik ketika informasi berubah menjadi judgment, judgment menjadi keputusan, dan keputusan menjadi perilaku yang konsisten serta kinerja yang terukur.
Karena itu saya menggabungkan executive advisory, leadership coaching, business thinking, organizational capability, dan strategi AI yang berkembang. Disiplinnya berbeda, tetapi pertanyaan kepemimpinannya sering sama: apa yang sebenarnya terjadi, apa yang paling penting, dan tindakan apa yang menciptakan nilai terbesar dengan tingkat risiko yang dapat diterima?
Percakapan coaching saya yang terstruktur mendapat bekal dari program Erickson Coaching Essentials yang telah saya selesaikan dan terutama bertumpu pada pengalaman saya di bidang Human Capital serta kepemimpinan eksekutif.
FONDASI AKADEMIK
Menghubungkan Pemikiran Sistemik dengan Kapabilitas Manusia.
Fondasi akademik saya memadukan Teknik Industri dan Manajemen Pendidikan. Kombinasi ini membantu saya melihat tantangan organisasi melalui sistem organisasi sekaligus kapabilitas manusia—menghubungkan proses, produktivitas, dan risiko dengan kepemimpinan, pembelajaran, dan kinerja berkelanjutan.
Lensa bisnis saya
Saya sering menggunakan empat lensa—profit, cash, risk, dan people—untuk menguji apakah sebuah inisiatif benar-benar menciptakan nilai bisnis yang berguna, bukan sekadar aktivitas.


